• Email Address

    humas@iaidu-asahan.ac.id

Gelar Seminar Internasional Hari Guru 2025, IAIDU Asahan Dorong Pendidikan Inklusif, Humanis, Digital dan Berkelanjutan di Asia Tenggara

  • Home
  • Gelar Seminar Internasional Hari Guru 2025, IAIDU Asahan Dorong Pendidikan Inklusif, Humanis, Digital dan Berkelanjutan di Asia Tenggara

30 November 2025 , Berita Kampus

Asahan, 26 November 2025 – Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan sukses menyelenggarakan Seminar Internasional Hari Guru 2025 dengan tema “Reinventing the Spirit of Teachers: Toward Inclusive, Humanistic, Digital, and Sustainable Education Across Southeast Asia” pada Rabu 26 November 2025. Tema seminar kali ini menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat para pendidik untuk menghadap tantangan zaman dengan lebih inklusif, humanis, digital, dan berkelanjutan. Dengan dunia yang semakin terhubung melalui teknologi, para pendidik harus terus beradaptasi, mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran, dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan yang menumbuhkan kesadaran sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Seminar yang digelar secara daring melalui platform Zoom ini berhasil menarik lebih dari 280 peserta dari berbagai kalangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Acara ini berhasil mempertemukan akademisi, guru, dan pemangku kebijakan pendidikan dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Kamboja, dan Indonesia, menjadikannya sebagai wadah diskusi mendalam mengenai transformasi pendidikan di kawasan yang semakin berkembang pesat, dengan tantangan besar yang harus dihadapi oleh para pendidik dalam mengintegrasikan teknologi digital, nilai-nilai kemanusiaan, dan keberlanjutan dalam sistem pendidikan.

Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi akademik lintas negara antara IAIDU Asahan dengan mitra dari berbagai universitas dan lembaga pendidikan di Asia Tenggara, antara lain Universitas Sultan Azlan Shah Malaysia, Sekolah Bersepadu Musa-Asiah Cambodia, Universitas Veteran Bangun Nusantara, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Ar-Ridho Bagan Siapi-Api.

Rektor IAIDU Asahan, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nilasari Siagian, S.H., S.Pd.I., M.H., membuka acara dengan sambutan yang menggugah semangat para pendidik untuk terus memperbaharui peran mereka dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam pidato pembukaannya, beliau mengungkapkan bahwa, “Pada hakikatnya, setiap dosen adalah guru, dan setiap guru adalah pendidik seumur hidup. Peran guru dan dosen bertemu dalam satu ruang yang sama: ruang kemanusiaan untuk membentuk generasi masa depan. Semangat baru bagi guru tidak hanya penting untuk mengadaptasi teknologi, tetapi juga untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang akan membentuk masa depan bangsa.” Pidato ini menegaskan bahwa semangat keguruan harus diperbarui untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital, globalisasi, dan perubahan sosial yang semakin kompleks.

Seminar ini dibagi menjadi dua sesi utama: sesi plenary yang menghadirkan empat narasumber terkemuka dari berbagai negara, dan sesi parallel room untuk pemaparan hasil penelitian dari para presenter. Pada sesi plenary, para narasumber berbagi wawasan dan pengalaman terkait pendidikan inklusif, humanistik, digital, dan berkelanjutan.
 
Dr. Kamaruddin bin Yaakob, Pensyarah Kanan Fakultas Islamic Studies & Social Sciences dari Universiti Sultan Azlan Shah, Malaysia, mengungkapkan pentingnya transformasi digital dalam pendidikan. Ia menekankan bahwa guru harus terus memperbaharui kompetensi digital mereka untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dengan kemajuan teknologi saat ini.

Sementara itu, Ustazah Ly Aminas, M.Pd., Kepala Sekolah Bersepadu Musa-Asiah, Kamboja, berbicara tentang pendidikan humanistik yang mengutamakan nilai kasih sayang, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Ia menekankan bagaimana pendidikan berbasis nilai dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan penuh empati.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih, M.Hum., Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Veteran Bangun Nusantara, menjelaskan peran bahasa dan multiliterasi dalam membangun kohesi sosial di tengah masyarakat yang beragam. Ia menekankan bahwa guru harus mampu menjadi mediator antarbudaya dan menciptakan ruang belajar yang inklusif, di mana setiap perbedaan dihargai dan dijadikan kekuatan.

Terakhir, Dr. Saiful Ahyar, S.Ag., M.A., Wakil Rektor Bidang Akademik IAIDU Asahan, membahas pentingnya pendidikan berkelanjutan dalam konteks perubahan global, terutama terkait dengan isu perubahan iklim dan ketahanan sosial. Ia menekankan bahwa guru memegang peranan strategis dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan global, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Sesi plenary ini dipandu oleh Dr. Kenny Agusto Arie Wibowo, M.Pd., Ketua Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam IAIDU Asahan, yang berhasil menciptakan suasana diskusi yang hidup dan dinamis, memungkinkan pertukaran ide antara narasumber dan peserta seminar.

Setelah sesi plenary, seminar dilanjutkan dengan Parallel Room Presentation, yang menampilkan 20 presenter dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para presenter memaparkan hasil penelitian mereka terkait berbagai topik penting dalam pendidikan, seperti pendidikan inklusif, humanistik, teknologi pendidikan, dan digitalisasi pembelajaran.

Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk lebih mendalami tantangan yang dihadapi pendidikan di berbagai wilayah, termasuk penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, yang dapat memperkaya pengalaman belajar dan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di semua tingkatan. Selain itu, berbagai topik penting seperti pendidikan karakter, pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta pendidikan berbasis nilai untuk mendukung keberagaman sosial juga menjadi fokus utama dalam presentasi ini.

Sesi parallel room ini dipandu oleh moderator yang mengarahkan diskusi secara interaktif dan produktif, mempertemukan berbagai perspektif dari berbagai disiplin ilmu dan kawasan, menciptakan suasana ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Seminar ini bukan hanya sekadar peringatan Hari Guru 2025, tetapi juga menjadi momentum penting bagi IAIDU Asahan dalam memperkuat komitmennya untuk terus berperan sebagai pusat pengembangan pendidikan di Asia Tenggara. Seminar ini juga menjadi ajang refleksi bagi pendidik untuk mengidentifikasi peran mereka dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif, beradab, dan berkelanjutan.

Melalui seminar ini, IAIDU Asahan berharap dapat mendorong kolaborasi yang lebih erat antar lembaga pendidikan di Asia Tenggara, memperkuat jejaring profesional antar pendidik, dan menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, humanis, digital, dan berkelanjutan. Seminar ini juga menjadi ajang refleksi bagi para pendidik untuk terus mengembangkan diri dan menghadapi tantangan masa depan dengan penuh kesiapan dan optimisme.